Corona tak Ubah Kebiasaan Ngabuburit

  • Whatsapp
NGABUBURIT: Warga Rengasdengklok mencari takjil di area Tugu Proklamasi

RENGASDENGKLOK, NAWACITANEWS2.COM – Banyaknya pasien positif corona di Karawang, nampaknya tak membuat aktivitas masyarakat berubah. Masih banyak warga yang keluar rumah tanpa mematuhi imbauan pemerintah.

Jalan Tugu Proklamasi Nomor 9 Rengasdengklok, Rabu (29/4) dipenuhi warga Rengasdengklok. Para pedagang kaki lima berjejeran di bahu jalan menjelang buka puasa. Namun disayangkan, banyak warga dan pedagang yang tidak memakai masker. Pun imbauan pemerintah soal jaga jarak juga tidak diindahkan. Padahal, saat ini lima warga Rengasdengklok sudah positif corona.

Adis (45) Warga Bojongkarya Desa Rengasdengklok Selatan mengatakan kondisi wilayah Tugu Kebulatan Tekad di bulan puasa sekarang masih terbilang tidak ramai pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. Namun jika melihat pada kondisi saat ini yakni wabah corona yang tengah melanda, suasana di Jalan Tugu Proklamasi ini sudah tidak wajar alias ramai, kata dia belum tentu di daerah lain terjadi keramaian seperti ini. “Cuma ramainya paling dari jam empat sampai jam enam (magrib) setelah itu biasa lagi,” jelasnya, kepada awak media, Rabu (29/04).

Lanjut Adis, berbeda dengan Ramadan tahun lalu, keramaian di Jalan Proklamsi ini sampai malam. Meski demikian pihaknya mengaku seharusnya di tengah pandemi corona ini tidak terjadi keramaian seperti ini. “Sekarang sekolah aja diliburkan, tapi tetap aja warga masih banyak yang ngabuburit,” katanya.

Ihsan (23), pedagang takjil mengatakan dirinya sudah mulai berjualan dari jam 15:00 WIB, pihaknya pun mengakui bulan puasa sekarang tengah dilanda bencana wabah corona, meski begitu dirinya tetap berjualan dan memanfaatkan momentum keramaian menjelang buka puasa. “Kalau takut pasti ada, tapi kita harus waspada aja,” singkatnya.

Ica (28), pengunjung pusat pembelanjaan takjil mengatakan setiap bulan puasa dirinya sering meluangkan waktu ngabuburit di kawasan Rengasdengklok ini, akan tetapi, di tengah masa pandemi seperti sekarang ini kondisinya jelas berbeda seperti di tahun-tahun kemarin. “Sekarang harus pakai masker, lagian sekarang paling habis beli takjil langsung pulang lagi,” pungkasnya. (Raka-AS)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *