Desa Bingung Bangun Dapur Umum

  • Whatsapp
SEPI: Tak ada aktivitas dapur umum di Desa Kertasari di hari pertama PSBB, Rabu (6/5). Bahkan, bantuan beras yang akan diberikan dua ton per kecamatan pun belum diterima pemerintah desa.

 

RENGASDENGKLOK, RAKA – Pemerintah Desa Kertasari Kecamatan Rengasdengklok tidak dapat memastikan adanya dapur umum di Kantor Desa Kertasari untuk warga terdampak virus corona, pasalnya sampai sekarang beras yang akan diturunkan pemerintah kabupaten pun belum kunjung datang.

Hary Permana, sekretaris Desa Kertasari mengatakan, masih bingung terkait dapur umum yang sudah digembor-gemborkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, kebingungan itu muncul akibat pemerintah kabupaten ini belum menurunkan beras juga. “Katanya kan mau ada bantuan dari pemerintah sebanyak dua ton buat satu Kecamatan Dengklok ini,” jelasnya, kepada awak media, Rabu (6/5).

Lebih lanjut, kata Hary, beras sebanyak dua ton itu paling untuk Desa Kertasari ini akan mendapat dua kuintal, itupun untuk satu minggu. Hary menilai beras sebanyak dua kuintal yang diperuntukkan dapur umum di desa ini tidak akan cukup, sementara jumlah penduduk sampai ribuan. “Karang taruna juga pada komen, dua kuintal mana cukup, paling dua hari, satu hari aja sudah habis,” katanya.

Meski beras yang rencananya akan diberikan kepada warga melalui dapur umum ini dengan jumlah dua kwintal itu, Hary mengaku tidak akan menolak pemberian dari pemerintah kabupaten tersebut, hanya saja dia akan mengambil langkah musyawarah dengan pihak kecamatan. “Kalau misalkan buat dimasak kayanya itu gak mungkin cukup, kalau segitu (2 kuintal) gak bakalan mungkin ada dapur umum,” ujarnya.

Sri Redjeki, camat Rengasdengklok mengaku sudah mengintegrasikan kepada setiap desa supaya membuat dapur umum. Rencananya, akan ada bantuan beras dari pemerintah kabupaten untuk masa PSBB ini, tapi sampai sekarang belum datang. Kemudian pihaknya mengak bantuan itu tak hanya dari pemerintah, tapi diharapkan tokoh masyarakat juga turut memberikan bantuan sembako. “Dapur umum itu kan swadaya, memang kita mau dibantu beras tapi sampai sekarang belum turun,” pungkasnya. (RAKA/AS)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *