PELAJARAN DI BALIK FENOMENA CORONA

  • Whatsapp
Gambar : Ilustrasi

 

((( KHUTBAH PERTAMA )))

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.

اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ،

اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى :

رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dg sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka.’’ (TQS. Ali Imran: 191).

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah melaksanakan shalat Jumat berjamaah. Di tempat yang mulia, masjid. Di hari yg mulia, yaumul jum’ah. Bersama orang-orang yg mulia, muttaqin.

Bertakwalah kepada Allah. Jadikan kesempatan hidup di dunia, yang kita tidak akan tahu kapan berakhirnya, semoga menjadi ladang kita memperbanyak pahala. Hindarkan diri dari segala dosa, sekecil apapun. Itulah tanda org yang bertakwa.

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Hingga hari ini, wabah Corona masih melanda negeri ini. Di belahan dunia sana, sudah puluhan ribu orang meninggal. Ratusan ribu org terpapar virus tersebut. Kita tidak tahu, kapan wabah ini enyah dari muka bumi ini.

Inilah musibah yang Allah timpakan kepada manusia. Bagi org yang beriman, musibah adalah ujian kesabaran. Sementara bagi mereka yg fasik itu adalah peringatan, agar segera sadar dan kembali ke jalan Allah SWT.

Seorang Mukmin tdk akan mencela keberadaan pandemik Corona. karena virus itu adalah makhluk ciptaan Allah yg Mahakuasa. Tak ada satupun dari makhluk ciptaan-Nya yg sia-sia & tidak berguna. Semua pasti ada manfaatnya. Termasuk di antaranya adalah manfaat bagi ujian keimanan & kesabaran.

رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka.’’ (TQS. Ali Imran: 191).

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Seharusnya, adanya wabah ini menjadikan kita semakin taat kepada Allah dan khusyuk beribadah. Kita harus sadar, betapa dekatnya ajal kematian pada tiap-tiap diri manusia. Kita mesti khawatir, jangan-jangan masih ada makanan haram yang kita makan. Kita mesti takut, jangan-jangan ada pemikiran-pemikiran sesat yg hinggap di sanubari kita sebelum ia mati.

Allah berfirman:

انَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ

‘’Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yg lebih rendah (kecil) dari itu. Adapun orang-orang yg beriman, maka mereka yakin bahwa semuanya itu merupakan satu kebenaran dari Tuhan mereka.’’ (TQS. Al-Baqarah: 26).

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Janganlah kita seperti org kafir & fasik, yang justru banyak mengeluh dan mengumpat. Mereka tidak sadar itu adalah peringatan bagi mereka. Agar mereka sadar dan bertaubat kpd Allah SWT.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan, sesungguhnya ketika Allah menyebutkan di dalam Kitab-Nya mengenai lalat dan laba-laba, lalu orang-orang yg sesat mengatakan, “Apakah yg dimaksud oleh Allah menyebut hal itu?” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yg lebih rendah dari itu.’’

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Sungguh banyak manusia tdk sadar, bahwa betapa lemahnya mereka. Jangankan menghadapi KeMahaBesaran Allah yang lainnya, menghadapi makhluk ciptaan Allah yg paling kecil sekalipun mereka tak berdaya.

Sadarlah, wabah Corona yang sangat mengerikan itu adalah peringatan dari Allah Ta’ala. Agar manusia tdk menomorsatukan dunia & menomorduakan Hari Pembalasan. Agar kita tdk menjunjung tinggi hukum-hukum konstitusi dan mencampakan hukum-hukum ilahi.

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

‘’Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (peringatan di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yg benar).’’ (QS. As-Sajdah: 21).

Wabah ini juga peringatan bagi para penguasa. Agar mereka tdk berbuat makar kpd Allah SWT. dg menentang penegakan hukum-hukum-Nya. Cepat atau lambat mereka akan mendapat balasan dari-Nya.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

‘’Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat besar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. & mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tdk menyadarinya.’’ (TQS. Al-An’am: 123).

Ingatlah, mudah saja bagi Allah melakukan semuanya, sebagaimana mudahnya Allah menggemparkan dunia dengan wabah Corona di saat banyak penguasa memusuhi Islam & para pengembannya, dan negara-negara adidaya bersikap pongah dan sombong.

وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ ۘ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ

‘’Apabila datang sesuatu ayat kpd mereka, mereka berkata: “Kami tdk akan beriman sehingga diberikan kpd kami yg serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. (padahal) Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yg berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.’’ (TQS. Al-An’am: 124).

Semoga kita sadar & makin taat kepada Allah SWT. Kembali kepada syariahnya secara kaffah dan menjadi manusia yg dicintai oleh Allah. Aamiin

[]

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِن الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

((( Khutbah II )))

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

HIKMAH DIBALIK WABAH

 

Wabah pandemik virus Corona (Covid-19) hingga hari ini masih menggemparkan publik dunia. Jumlah korban tiap hari terus bertambah. Dunia dicekam kecemasan. Takut dengan kecepatan penyebarannya yang tdk terduga. Apalagi hingga saat ini belum ada obat & vaksin untuk mengatasi virus tersebut.

Otoritas Cina mengatakan bahwa virus yg menyebar dg cepat ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada akhir Desember 2019. Kuat dugaan virus Corona (Covid-19) berasal dari hewan liar yg dijual bebas di Huanan Seafood Market di pusat Kota Wuhan.

Huanan Seafood Market diketahui menjual berbagai makanan ekstrem dan unik. Mulai dari anak srigala, buaya, burung merak, daging unta, kelelawar, musang, rubah, salamander raksasa, tikus hingga ular. Berbagai jenis binatang tersebut masih erat kaitannya dengan pandemi sebelumnya, yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Diduga virus Corona ini tersebarkan melalui sup kelelawar yang menjadi makanan populer di Wuhan (Detik.com, 29/1/2020).

Di Amerika Serikat, jumlah korban jiwa hingga Selasa (7/4) mencapai 10.923 orang. Berdasarkan data dari Johns Hopkins University, virus Covid-19 telah menginfeksi 368.079 di AS. Sebanyak 29.887 kasus baru terdeteksi di AS dan 1.265 kematian pada hari Senin kemarin. AS kini menjadi negara dg kasus Corona terbanyak di dunia.

Seperti dilansir dari CNN, Covid-19 telah menyebar di 50 negara bagian dan wilayah AS lainnya. Kematian paling banyak dilaporkan di New York dg 3.485 korban meninggal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan dua pekan ke depan akan menjadi masa-masa yang berat melawan pandemi virus Corona. “Ini mungkin akan menjadi minggu terberat pada minggu ini & minggu depan. Sayangnya, akan ada banyak kematian,” kata Trump di Gedung Putih, Sabtu (4/4).

Di Indonesia, hingga Minggu 22 Maret 2020, jumlah positif terjangkit virus Corona sebanyak 514 orang. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan bahwa DKI Jakarta termasuk yang paling parah dg 307 terkonfirmasi, 22 sembuh dan 29 meninggal (JPNN.com).

Sikap Menghadapi Musibah

Wabah pandemik virus Corona adalah termasuk musibah yang Allah SWT timpakan kepada manusia. Bagi org Mukmin musibah ini adalah ujian kesabaran. Bagi kaum fasik musibah ini adalah peringatan agar segera sadar & kembali ke jalan Allah SWT.

Seorang Mukmin tidak akan mencela keberadaan pandemik Corona. Ia sadar bahwa virus Covid-19 adalah salah satu diantara sekian banyak makhluk ciptaan Allah yang Mahakuasa. Ia yakin bahwa tidak ada satu pun dari makhluk ciptaan-Nya yang sia-sia dan tidak berguna. Semua pasti ada manfaatnya. Diantara manfaatnya adalah sebagai ujian keimanan dan kesabaran. Allah SWT berfirman:

رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Duhai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dg sia-sia. Mahasuci Engkau. krn itu peliharalah kami dari siksa Neraka (TQS Ali Imran [3]: 191).

Kemunculan wabah Corona yang sangat mengerikan seharusnya makin menjadikan kaum Mukmin taat kpd Allah SWT & makin khusyuk beribadah kepada-Nya. Tentu karena mereka sadar betapa dekatnya kematian pada tiap-tiap diri manusia. Mereka khawatir, barangkali masih ada makanan haram yang ia konsumsi. Mereka takut, barangkali masih ada pemikiran-pemikiran sesat yg ia emban dan perilaku-perilaku menyimpang sebelum ia mati.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيِ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ

Sungguh Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yg lebih rendah (kecil) dari itu. Adapun orang-orang beriman, mereka yakin bahwa semuanya itu merupakan satu kebenaran dari Tuhan mereka (QS al-Baqarah [2]: 26).

Begitulah sikap orang Mukmin. Berbeda dg orang-orang kafir & fasik. Mereka justru banyak mengeluh & mengumpat. Mereka tidak sadar, bahkan mungkin juga tidak yakin, bahwa semuanya itu adalah peringatan bagi mereka, agar mereka segera sadar & bertobat kepada Allah SWT.

Mereka enggan untuk mengaitkan berbagai kejadian alam dengan peringatan dari Allah yang Mahaperkasa. Bagi mereka, semuanya itu hanyalah fenomena alam biasa yg tidak ada kaitannya dg amal perbuatan manusia.

Allah SWT berfirman:

وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ . الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Akan tetapi, mereka yg kafir mengatakan, “Apakah tujuan Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” dengan itu banyak orang yang Allah sesatkan & dengan itu (pula) banyak org yg Dia beri petunjuk. tidak ada yg Allah sesatkan kecuali kaum yg fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh; yg memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya; dan yang membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah kaum yg merugi” (TQS al-Baqarah [2]: 26-27).

Terkait ayat di atas, Said meriwayatkan dari Qatadah, bahwa Allah SWT tdk segan, demi perkara yg haq, untuk menciptakan sesuatu hal, baik yg kecil maupun yg besar.

Sungguh ketika Allah SWT menyebutkan di dalam Kitab-Nya mengenai lalat & laba-laba, orang-orang yg sesat mengatakan, “Apakah tujuan Allah menyebut hal itu?” Allah pun menurunkan firman-Nya (yang artinya): Sungguh Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu (Tafsir Ibnu Katsir, QS al-Baqarah [2]: 26).

Pelajaran yang Harus Diambil

Seharusnya manusia sadar bahwa betapa lemahnya mereka. Jangankan menghadapi Allah yg Mahabesar, menghadapi makhluk ciptaan-Nya yang paling kecil sekalipun mereka sudah tak berdaya. Seharusnya manusia sadar, sesuatu yg tidak kasatmata bukan berarti tdk ada dan tidak akan pernah ada.

Sebagaimana virus Corona, pembalasan dari Allah SWT pun pasti ada bagi mereka, baik yang beriman maupun yg kafir. Jangankan rakyat biasa, para penguasa pun banyak yang tidak berdaya menghadapi Corona.

Kemunculan wabah pandemik Corona tidak terlepas dari paham kebebasan yang banyak meracuni masyarakat. Banyak diantara mereka yg tdk lagi memperhatikan perkara halal & haram. Semua makanan dikonsumsi asalkan kenyang. tdk lagi memperhatikan haq ataupun batil suatu pemikiran & perbuatan. Semua dilakukan dengan mengatasnamakan “sesuai perkembangan zaman”.

Lebih parahnya lagi, banyak pula di antara mereka yg merendahkan syariah Islam, bahkan menolak penegakannya. Itulah prinsip kebebasan yang dianut kaum liberal.

Orang-orang yg berakal seharusnya menyadari bahwa wabah virus Corona yang sangat mengerikan itu adalah peringatan dari Allah SWT. Tentu agar manusia tdk menomorsatukan dunia dan menomorduakan Hari Pembalasan. Agar manusia tdk menjunjung tinggi hukum-hukum konstitusi & mencampakan hukum-hukum Ilahi. Allah SWT berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Sungguh Kami menimpakan kpd mereka sebagian azab yang dekat (peringatan di dunia) sebelum azab yg lebih besar (di akhirat). Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS as-Sajdah [32]: 21).

Khusus kepada para penguasa, di tengah wabah saat ini, hendaknya Anda tidak berbuat makar kepada Allah SWT, dg menentang penegakan syariah-Nya, apalagi sampai menangkapi orang-orang yg memperjuangkannya.

Jika itu yang Anda lakukan, cepat atau lambat Anda akan mendapat balasan berupa azab dari Allah SWT.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Demikianlah Kami mengadakan pada tiap-tiap negeri para penjahat besar agar mereka melakukan tipudaya di dalam negeri itu. Mereka tdk memperdaya melainkan dirinya sendiri, sedangkan mereka tdk menyadarinya” (QS al-An’am [6]: 123).

Anda sekalian, para penguasa, jika tetap berpaling dari Allah SWT dan menentang syariah-Nya, pasti akan menjadi manusia hina. Bukan hanya di akhirat, di dunia pun Anda akan menjadi hina ketika pangkat & jabatan sudah tidak lagi dalam genggaman. Tentu mudah saja bagi Allah SWT melakukan semuanya, sebagaimana mudahnya Allah SWT menggemparkan dunia dengan wabah Corona saat banyak negara-negara adidaya bersikap pongah.

وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ

Jika datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tdk akan beriman sehingga diberikan kepada kami yg serupa dengan apa yg telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.” (Padahal) Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipudaya (TQS al-An’am [6]: 124). []

—*—

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia, supaya Allah menimpakan sebagian akibat dari perbuatan (maksiat) mereka, agar mereka kembali (kepada Allah). (TQS ar-Rum [30]: 41).

Sumber : Buletin Kaffah 136 (16 Sya’ban 1441 H-10 April 2020 M)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *